JENIS – JENIS IKAN TUNA

Biar temen – temen agen, konsumen dan pelanggan tidak ragu akan keaslian ikan tuna yang banyak diperairan di Indonesia saya postin tulisan ini walaupun kutipan dari kotaikan.blogspot.com tapi sangat memberikan pencerahan dan membuka mata kita.


Ikan tuna sangat mirip ikan tongkol dan hampir sama..setelah saya telusuri, Memang benar bahwa ikan tongkol merupakan jenis lain dari ikan tuna
Ikan cakalang juga digolongkan sebagai tuna,nama-nama lainnya di antaranya cakalan, cakang, kausa, kambojo, karamojo, turingan, dan ada pula yang menyebutnya tongkol. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna

Ikan Tuna adalah ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Scombridae, terutama genus Thunnus. Ikan ini adalah perenang handal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin dari pada ikan lainnya. Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru (Thunnus thynnus), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Kebanyakan bertubuh besar, tuna adalah ikan yang memiliki nilai komersial tinggi.

Ikan Tuna memiliki bentuk tubuh yang sedikit banyak mirip dengan torpedo, disebut fusiform, sedikit memipih di sisi-sisinya dan dengan moncong meruncing. Sirip punggung (dorsal) dua berkas, sirip punggung pertama berukuran relatif kecil dan terpisah dari sirip punggung kedua. Di belakang sirip punggung dan sirip dubur (anal) terdapat sederetan sirip-sirip kecil tambahan yang disebut finlet. Sirip ekor bercabang dalam (bercagak) dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural. Di kedua sisi batang ekor masing-masing terdapat dua lunas samping berukuran kecil; yang pada beberapa spesiesnya mengapit satu lunas samping yang lebih besar. Tubuh kebanyakan dengan wilayah barut badan (corselet), yakni bagian di belakang kepala dan di sekitar sirip dada yang ditutupi oleh sisik-sisik yang tebal dan agak besar. Bagian tubuh sisanya bersisik kecil atau tanpa sisik. Tulang-tulang belakang (vertebrae) antara 31–66 buah.

Aspek yang luar biasa dari fisiologi tuna adalah kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu lingkungan. Sebagai contoh, tuna sirip biru dapat mempertahankan suhu tubuh 75-95 °F (24-35 °C), dalam air dingin bersuhu 43 °F (6 °C). Namun, tidak seperti makhluk endotermik seperti mamalia dan burung, ikan tuna tidak dapat mempertahankan suhu dalam kisaran yang relatif sempit.[2]

Tuna mampu melakukan hal tersebut dengan cara menghasilkan panas melalui proses metabolisme. Rete mirabile, jalinan pembuluh vena dan arteri yang berada di pinggiran tubuh, memindahkan panas dari darah vena ke darah arteri. Hal ini akan mengurangi pendinginan permukaan tubuh dan menjaga otot tetap hangat. Ini menyebabkan tuna mampu berenang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit

Jenis-jenis tuna :

Ada lebih dari 48 spesies tuna. Marga Thunnus sendiri memiliki 9 spesies:

* Thunnus alalunga (Bonnaterre, 1788), tuna albakora, 105 sentimeter (41 in)
* Thunnus albacares (Bonnaterre, 1788), madidihang atau tuna jabrig.
* Thunnus atlanticus (Lesson, 1831), tuna sirip hitam.
* Thunnus maccoyii (Castelnau, 1872), tatihu.
* Thunnus obesus (Lowe, 1839), tuna mata besar.
* Thunnus orientalis (Temminck & Schlegel, 1844), tuna sirip biru Pasifik.
* Thunnus thynnus (Linnaeus, 1758), tuna sirip biru.
* Thunnus tonggol (Bleeker, 1851), tongkol abu-abu.
* Thunnus karasicus (Lesson, 1831), tuna karasik.

Di samping itu, masih ada beberapa anggota marga lain dari suku Scombridae yang juga digolongkan sebagai tuna:

* Allothunnus fallai (Serventy, 1948).
* Auxis rochei (Risso, 1810).
* Auxis tongolis (Bonnaterre, 1788).
* Auxis thazard (Lacepede, 1800), tongkol krai.
* Euthynnus affinis (Cantor, 1849), tongkol como.
* Euthynnus alletteratus (Rafinesque, 1810).
* Euthynnus lineatus (Kishinouye, 1920).
* Gymnosarda unicolor (Rüppell, 1836).
* Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758), cakalang.
* Thunnus lineaus (Temminck & Schlegel, 1844)